MAKALAH
SOFTSKILL
PENERAPAN
ITSM PADA PT. MATAHARI PUTRA PRIMA
Disusun oleh
Kelompok 4 :
Belva Fulvian (11118398)
Georgie Adi Wibowo (12118885)
Muhammad Fairuz Faiz (14118577)
Ferry Rachmatianto (17118833)
Safa Thalita
Muhammad Igra Yuli Alfian (14118690)
Dani Martin (11118640)
Proses
Kerja IT Service Desk PT. Matahari Putra Prima dalam mengkombinasikan proses
Six Sigma dengan Metode DMAIC
Penerapan
Service Desk pada PT. Matahari Putra Prima bertujuan sebagai layanan kepada pengguna
IT dan berfungsi sebagai bantuan dalam langkah awal penyelesaian permasalahan
IT untuk membantu proses bisnis perusahaan. Untuk meningkatkan kualitas layanan
Service Desk ini dibutuhkan metode manajemen layanan IT berdasarkan Best
Practice IT Service Management.
Aplikasi
Service Desk pada PT. Matahari Putra Prima yang bernama Matahari Helpdesk
System atau disingkat dengan nama MHS memiliki fungsi sebagai aplikasi Helpdesk
untuk penanganan insiden yang ada.
Proses
yang terjadi dalam Service Desk dapat dijelaskan dalam langkah-langkah sebagai
berikut:
1.
Kasus
diterima dan dicatat oleh Service Desk. Beberapa mekanisme penerimaan kasus
dari klien antara lain : kontak personal, e-mail, dan telepon. Kemudian
pencatatan dapat dilakukan oleh hanya staf Service Desk, semua staf dalam
organisasi atau klien
2.
Identifikasi
dan analisis kasus,serta usulan-usulan pemecahan masalah
3.
Identifikasi
klien, lingkungan pekerjaan, gejala-gejala dari kasus
4.
Melakukan
usaha-usaha pencarian solusi
5.
Membuat
perintah kerja, dan meneruskannya kepada orang yang memiliki keahlian untuk
memecahkannya
6.
Melakukan
umpanbalik kepada pelanggan (user) untuk memastikan masalahnya telah
diselesaikan secara tuntas
7.
Menutup
kasus / perintah kerja
Dari
hasil penilitian terhadap penerapan Best Practice IT Service Management yang
dilakukan pada Service Desk IT PT. Matahari Putra Prima dapat disimpulkan
hal-hal sebagai berikut. Pertama, pada penerapan Service Desk PT. Matahari
Putra Prima sebelumnya masih terdapat masalah-masalah seperti terlihat pada
kesimpulan rata-rata data dibawah ini (data yang diperoleh selama bulan April sampai
dengan Agustus dengan total insiden sebesar 552 insiden):
a.
Penugasan yang salah,
rata-rataterdapat 18% penugasan yang salah dari total insiden sebesar 552 insiden
pada periode bulan April sampai dengan Agustus, dan 82% penugasan yang benar
dilakukan. Seharusnya penugasan yang benar dapat dilakukan sebesar 95% agar SLA
respon kepada pengguna tercapai.
b.
Terdapat 39%
rata-ratainsiden yang tidak melalui 1st line support dan 61% insiden yang
melalui 1st line support, seharusnya semua insiden melalui 1st line support
c.
Rata-rata penyelesaian insiden yang
langsung dapat diselesaikan sebesar 20%, sedangkan insiden yang tidak dapat
langsung diselesaikan oleh Service Penerapan Best Practice Desk sebesar 80%
d.
Rata-rata respon terhadap insiden yang
melebihi SLA sebesar 9%, sedangkan insiden yang tidak melebihi SLA sebesar 91%,
dimana seharusnya respon insiden yang tidak melebihi SLA sebesar 95%
e.
Sedangkan rata-rata waktu respon yang
melebihi SLA rata-rata selama 49 menit untuk prioritas high yang seharusnya 45
menit, prioritas medium selama 1 jam 29 menit seharusnya 1 jam, dan prioritas
low selama dua jam 24 menit dimana seharusnya dua jam
f.
Kurangnya fungsi-fungsi pada aplikasi
MHS yang sesuai dengan standar ITSM, dari 17 fungsi yang sesuai dengan standar
ITSM hanya terdapat tujuh fungsi yang sesuai dengan standar ITSM.
Permasalahan-permasalahan
tersebut disebabkan karena kurangnya kemampuan di dalam menangani insiden,
proses kerja yang saling tumpang tindih antara Service Desk dengan Management
Support akibat tidak disesuaikan dengan panduan yang baik, dan sistem pendukung
yang kurang optimal akibat tidak adanya acuan di dalam pembuatannya.
Kedua, penerapan
Best Practice IT Service Management yang telah mengacu pada framework ITIL
dapat membantu memperbaiki permasalahan yang ada pada Service Desk PT. Matahari
Putra Prima.
Dengan melakukan
perubahan proses kerja yang disesuaikan dengan Best Practice ITSM
danmenyesuaikan aplikasi Service Desk yang selama ini digunakan dengan aplikasi
berbasis ITSM, peningkatan dan perbaikan tercipta seperti
a.
Penugasan yang benar rata-rata
terdapat 89% sedangkan penugasan yang salah terdapat 11%, dari hal tersebut
terlihat peningkatan di dalam pengiriman penugasan yang benar, walaupun masih
belum tercapai dari rata-rata waktu yang ditentukan sebesar 95%
b.
semua insiden melalui 1st line
support. Dari hal tersebut proses kerjaService Desk telah mengacu pada
framework ITIL
c.
Penyelesaian insiden yang langsung
dapatdiselesaikan rata-rata sebesar 32% dimana sebelumnya 20%, sedangkan
insiden yang tidak dapat langsung diselesaikan oleh Service Desk rata-rata
sebesar 68%. Dari hal tersebut terjadinya peningkatan di dalam menyelesaikan
suatu insiden oleh Service Desk
d.
Tercapainya peningkatan terhadap
respon insiden yang tidak melebihi SLA sebesar 96%, dimana batas respon insiden
yangtidak melebihi SLA 95%. Sehingga hanya terdapat rata-rata respon terhadap
insiden yang melebihi SLA sebesar 4%
e.
Rata-rata waktu respon yang melebihi
SLA selama satu jam tujuh menit hanya untuk prioritas medium, dan untuk
prioritas lainnya tidak melebihi waktu respon melebihi SLA. Dari hal tersebut
pengurangan di dalam waktu respon yang melebihi SLA, sehingga meningkatkan
kualitas suatu layanan Service Desk
f.
Bertambahnya fungsi-fungsi pada
aplikasi MHS yang sesuai denganstandar ITSM yaitu menjadi sembilan fungsi dari
17 fungsi yang sesuai dengan standar ITSM.
Comments
Post a Comment