Keindahan dan Penderitaan


Pandangan Manusia Tentang Keindahan dan Penderitaan
Pada kesempatan kali ini saya akan merangkum pembahasan dari apa yang saya pelajari pada mata kuliah IBD (Ilmu Budaya Dasar) minggu lalu mengenai hubungan antara manusia, keindahan dan penderitaan.
Keindahan
Persepsi setiap manusia terhadap keindahan tidaklah sama, karena keindahan merupakan hal yang sangat abstrak untuk bisa dijelaskan . Keindahan bisa saja bermakna bagus, permai, cantik, elok, molek, harmonis, baik, rapih dan sebagainya. Bagaimana kita dapat memaknai suatu keindahan, yaitu segala sesuatu yang dapat membuat hati atau perasaan kita merasa senang, entah itu saat kita lihat maupun merasakannya.
Selanjutnya bagaimana kita tahu memaknai tentang keindahan, indah sering diucapkan pada situasi dan kondisi tertentu. Keindahan itu sifatnya universal, dengan artian bahwa suatu keindahan tak terikat oleh selera perorangan, waktu, tempat atau lokasi tertentu, tetapi bersifat menyeluruh. 

Adapun segala sesuatu yang mempunyai sifat indah seperti hasil seni, keindahan alam dan lain-lain. Pada akhirnya keindahan itu merupakan sebuah persoalan filsafat dengan jawaban yang beraneka ragam.
Karena begitu luasnya pengertian keindahan maka dapat dibedakan menjadi tiga klasifikasi, yaitu :
1.     Keindahan dalam artian yang luas.
2.     Keindahan dalam artian estetik yang murni.
3.     Keindahan dalam arti terbatas, dimana keindahan yang terkait dengan benda yang dapat diserap penglihatan berupa keindahan bentuk dan warna.

Penderitaan
Penderitaan atau rasa sakit dalam arti luas dapat menjadi pengalaman ketidaknyamanan dan kebencian terkait dengan persepsi bahaya atau ancaman bahaya di suatu individu. Penderitaan adalah elemen dasar yang membentuk valensi negatif dari afektif fenomena. Kebalikan dari penderitaan adalah kesenangan atau kebahagiaan.
 
Penderitaan ini sering dikategorikan sebagai fisik atau mental. Hal ini dapat datang dalam berbagai tingkat intensitas, dari yang ringan sampai yang tak tertahankan. Faktor-faktor dari durasi dan frekuensi terjadinya biasanya senyawa yang intensitas. Sikap terhadap penderitaan dapat bervariasi secara luas, pada penderita atau orang lain, menurut berapa banyak hal ini dianggap sebagai dapat dihindari atau tidak dapat dihindari, berguna atau tidak berguna, pantas atau tidak layak.

Penderitaan terjadi dalam setiap kehidupan makhluk dalam banyak cara, sering kali secara dramatis. Akibatnya, banyak bidang kegiatan manusia yang berkaitan dengan beberapa aspek dari penderitaan. Aspek-aspek tersebut dapat meliputi sifat penderitaan, proses, asal-usul dan penyebab, arti dan makna, berkaitan dengan pribadi, sosial, dan budaya perilaku, obat, manajemen, dan menggunakan.

Comments